Tampilkan postingan dengan label Lainnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lainnya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Juli 2016

Cara Mengatasi Akun Facebook yang Terkena Phishing atau Spam

Beberapa hari lalu saya pernah nemu komentar di fb, "Mau tahu siapa yang lihat profile fb kamu? klik www.(namablog)..." Terus saya klik situs/blog itu. Namanya juga iseng....

Ternyata saya dibo'ongin, tetep aja hasilnya nggak tahu siapa yang liat profile fb saya. Malah musibah yang datang...

Hari ini (3 mei 16), saya menemukan akun fb saya sendiri melakukan suatu aktivitas di luar kehendak saya. Akun saya ngomen di mana-mana, ada di status orang, ada di grub fb, macem-macemlah. Komennya persis sama ketika saya menemukan situs/blog itu, "Mau tahu siapa yang lihat profile fb kamu? klik www.(namablog)..."

Bagi temen-temen yang sempet lihat itu komenan saya, mohon maaf udah bikin spam. Saya pribadi terganggu apalagi temen-temen yang dapet komenan itu. Tapi tenang, itu semua udah saya hapus. Paling cuma bertahan beberapa menit.

Setelah menyadari kejadian itu, saya langsung googling cara mengamankan akun fb, dan lebih memerhatikan nasihat fb kepada saya perihal keamanan akun. Begitu saya tahu kalo saya nyebar spam, semuanya langsung saya atasi.

Saya baru tahu, ternyata begitu tho kejadiannya. Pantes, banyak spam orang nyebar link-link porno di fb. Jangan-jangan kejadiannya sama kaya saya.

Nasihat saya untuk temen-temen, kalo menemukan link aneh-aneh di fb, jangan asal klik. Kita harus hati-hati. Bisa aja itu yang nanti akan menyebabkan phishing alias spam di akun fb kita.

Cukuplah kejadian saya jadi pelajaran. Meskipun spam kita isinya ceramah kebaikan, tetep aja kalo komen di mana-mana dan di tempat yang nggak tepat, komen itu bakal jadi sesuatu yang merisaukan. Apalagi kalo nyebarnya link-link porno dan hal-hal yang di luar dugaan. Ya nggak?

Nah, sekarang....

Kalo akun fb kita udah kena phising alias spaming, apa yang harus kita lakukan?

=> Langkah 1: Temen-temen bisa hapus aktivitas spamming tersebut lewat log aktivitas

Caranya pergi ke profile, habis itu klik log aktivitas, terus hapus aktivitas-aktivitas spamming yang ngggak pernah dilakuin, tapi muncul di situ.
Step 1: Buka profile dan pergi ke log aktivitas

Step 2: Hapus semua aktivitas yang mencurigakan

=> Langkah 2: Temen-temen bisa setting biar setiap orang yang menandai kita, harus kita ketahui

Temen-temen bisa pergi ke menu pengaturan, habis itu pilih pengaturan kronologi dan penanda. Terus setting deh, ada tulisan "Tinjau lebih dahulu orang yang menandai Anda" Nah, kita bisa klik di situ.
Step 1: Buka pengaturan akun

Step 2: Sunting tinjauan kronologi agar "menyala"

Ini fungsinya biar sebelum kita ditandai di suatu kiriman, kita bisa ngecek-ngecek dulu kirimannya. Kalo itu temen kita sendiri dan kirimannya oke, tinggal pilih izinkan. Tapi kalo ternyata kita ditandai di spam konten aneh bin nggak bener, kita pilih jangan izinkan.

Oke itu aja temen-temen ... Kalo tulisan ini dirasa bermanfaat, monggo atuh dishare ke sahabat yang lain. Trims...

Indramayu, 3/5/2016.

Mari Memperbanyak Teman di Dunia Nyata Maupun Maya

Awal mula menggunakan facebook (fb), saya tidak pernah like apapun, dan jarang sekali memberikan komen-komen apapun. Aktivitas yang saya lakukan di fb adalah tidak lebih dari sekedar bikin status. Dalam pemikiran saya, facebook hanyalah sebuah tren yang sudah menjamur di kalangan teman-teman. Dan artinya, jika saya tidak mengikuti tren tersebut, saya akan dianggap kuno dan ketingalan jaman.

Beranjak menjadi mahasiswa, aktivitas saya di fb menjadi lebih beragam. Saya mulai like dan komen, juga share-share hal lain yang kiranya bermanfaat untuk teman-teman. Mungkin karena saya juga sudah berpisah dengan teman-teman semenjak kami lulus. Sehingga hubungan kami hanya bisa dijalin melalui media komunikasi dan salah satunya adalah fb.

Ternyata, saat saya mulai berinteraksi, saya mulai merasakan nikmatnya menggunakan fb. Saya bisa menjalin hubungan dengan sahabat-sahabat tanpa harus bertatap muka langsung. Dan telah saya sadari bahwa fb bukan hanya menjadi sebuah tren yang menjamur, melainkan ianya adalah sebuah media/alat yang membantu kita berkomunikasi dengan banyak orang tanpa harus bertatap langsung dan bahkan bisa membantu kita mendokumentasikan apa-apa yang kita lakukan. Sehingga fb bukan hanya sebuah "iseng-isengan", tapi ia adalah "kebutuhan" (Ini menurut saya; tergantung bagaimana kepentingan orang itu terhadap fb).

Sejak saya kelas 12 (sekitar tahun 2013) hingga sekarang (17 Juni 2016), saya tidak pernah add teman di fb kecuali beberapa orang yang memang saya anggap istimewa. Saat itu teman saya di fb hanya sekitar 400-an, dan sekarang saya sudah memiliki teman lebih dari 2000 akun. Artinya ada sekitar 1600 yang meng-add saya untuk menjadi teman dan sudah saya konfirmasi.

Perbanyak teman di facebook
Jangan lupa add facebook saya sebagai teman ^_^

Dulu logika saya mengatakan bahwa orang-orang yang meng-add kita, merekalah yang memiliki respect kepada kita. Tapi sekarang saya memiliki pemikiran baru; bahwa dengan memiliki banyak teman (dalam hal ini adalah fb), kita bisa lebih banyak berinteraksi dan menyebarkan apa yang ada di pikiran kita--seperti gagasan/ide atau bahkan tanggapan kita terhadap suatu peristiwa, secara lebih cepat, kepada banyak orang, tanpa memperhitungkan apakah mereka yang meng-add kita atau kita yang meng-add mereka untuk menjadi teman.

Sebetulnya fb itu memiliki banyak fungsi tergantung siapa orangnya dan bagaimana ia menggunakan akun tersebut untuk kepentingannya. Fb bisa digunakan sebagai media bisnis/jualan, menjalin komunikasi/pertemanan, melakukan dakwah atau menyebar kebaikan, dll. Ust Felix Siauw adalah salah satu contoh orang yang telah memanfaatkan media sosial untuk kepentingan menyebar kebaikan.

Oleh karena itu, marilah kita memperbanyak teman; baik dalam dunia nyata maupun dunia maya. Saya sendiri juga akan menambahkan orang-orang baru untuk dijadikan teman (fb). Karena fb mengizinkan kita memiliki teman sampai dengan 5000 akun. Dengan memiliki banyak teman, kita bisa menyampaikan gagasan kita ke lebih banyak orang. Jadi, marilah memperbanyak teman dan menggunakan media ini sebagaimana mestinya dengan menyebar dan berbagi kebaikan kepada sesama.

Ini sekedar pemikiran saya sendiri. Yang nggak setuju, nggak boleh share dan nggak boleh komen. Hehehe ... Ayuk share kebaikan yang banyak.

Indramayu, 17/6/2016.